AT TIRMIDZI https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/ekonomisyariah <p>Jurnal At Tirmidzi merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh Institut Sayyid Muhammad Alawi Almaliki Koncer Darul Aman Tenggarang Bondowoso. Jurnal ini diterbitkan dalam 2 (dua) edisi setiap tahunnya yaitu pada bulan Januari dan Juni. Jurnal At Timidzi terdiri dari artikel ilmiah berisi kajian hasil penelitian dan pemikiran kajian ekonomi Islam dan ekonomi umum yang terintegrasi dengan kajian Islam. Jurnal ini merupakan Media yang diperuntukkan bagi Mahasiswa dan Dosen yang telah berhasil menyelesaikan tugas penelitiannya dan ingin mengetahuinya melalui media online. Kendati demikian jurnal ini terbuka untuk menerima karya ilmiah lintas kampus dengan spesifikasi di bidang ekonomi dan bisnis.</p> en-US Sun, 29 Jun 2025 13:06:48 +0000 OJS 3.2.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Rekonstruksi Konsep Gharar dalam Kontrak Keuangan Islam: Analisis Kritis dari Perspektif Fiqih dan Ekonomi Modern https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/ekonomisyariah/article/view/26-37 <p>ABSTRAC</p> <p>The concept of <em>gharar</em> (uncertainty or ambiguity) is a fundamental pillar within the framework of Islamic finance, as it directly impacts justice, transparency, and the sustainability of transactional systems. This study aims to analyze the application of <em>gharar</em> in various forms of contemporary financial contracts, such as insurance, derivatives, and Shariah-compliant fintech instruments. Using a literature review method, this research explores classical <em>fiqh muamalah</em> perspectives and examines their relevance in the modern context.</p> <p>The analysis reveals that <em>gharar</em> remains a major challenge in creating Islamic financial products that are both Shariah-compliant and competitive in the global market. Efforts to recontextualize the concept of <em>gharar</em> through the <em>maqāṣid al-sharīʿah</em> (objectives of Islamic law) approach, digital technological innovations such as blockchain and smart contracts, as well as the development of more adaptive legal parameters, are key strategies for mitigating uncertainty in modern financial contracts.</p> <p>This study recommends strengthening regulatory frameworks, enhancing Shariah literacy in the financial sector, and integrating ethics and sustainability as the foundation for developing a more inclusive, just, and stable Islamic financial ecosystem.</p> <p><strong>Keywords</strong>: gharar, Islamic finance, Shariah contracts, derivatives, takaful, Shariah fintech, <em>maqāṣid al-sharīʿah</em>, blockchain, uncertainty.</p> MOHAMMAD MUZAKI MUZAKI, Akrimbillah Copyright (c) 2025 AT TIRMIDZI https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/ekonomisyariah/article/view/26-37 Sun, 29 Jun 2025 00:00:00 +0000 PERAN FINTECH SYARIAH DALAM MENINGKATKAN INKLUSI KEUANGAN MASYARAKAT MUSLIM https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/ekonomisyariah/article/view/308 <p>Kemajuan teknologi informasi telah mendorong perkembangan industri keuangan digital atau financial technology (fintech). Salah satu inovasi yang berkembang adalah Fintech Syariah, yaitu layanan keuangan berbasis teknologi yang beroperasi sesuai prinsip-prinsip syariah. Dalam konteks Inklusi keuangan fintech syariah menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan, terutama di negara dengan mayoritas penduduk muslim seperti Indonesia. Meski demikian, rendahnya tingkat inklusi keuangan syariah menunjukkan masih adanya kesenjangan akses layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah. Kehadiran financial technology (fintech) syariah menjadi terobosan strategis dalam memperluas akses layanan keuangan berbasis syariah bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi fintech syariah terhadap peningkatan inklusi keuangan masyarakat muslim di Indonesia. Metode yang digunakan berupa studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa fintech syariah berperan signifikan dalam menyediakan alternatif layanan keuangan halal, mulai dari pembiayaan berbasis akad syariah, platform investasi halal, hingga digitalisasi zakat dan wakaf. Namun, optimalisasi peran fintech syariah masih menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi keuangan syariah, keterbatasan regulasi, serta tingkat kepercayaan masyarakat. Dengan sinergi antara pelaku industri, regulator, dan masyarakat, fintech syariah berpotensi menjadi motor utama dalam mendorong inklusi keuangan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam dan mendukung pembangunan ekonomi umat</p> Febi Safitri, Juliana Putri Copyright (c) 2025 AT TIRMIDZI https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/ekonomisyariah/article/view/308 Mon, 30 Jun 2025 00:00:00 +0000 Rekonstruksi Model Mikrofinansial Syariah Berbasis Maqashid al-Shariah: Menuju Sistem Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/ekonomisyariah/article/view/316 <p><strong>Abstract </strong></p> <p>Ketimpangan ekonomi dan kemiskinan masih menjadi tantangan serius di banyak negara Muslim, terutama akibat distribusi kekayaan yang timpang, rendahnya kualitas layanan dasar, serta belum optimalnya pemanfaatan instrumen ekonomi Islam seperti zakat dan wakaf. Mikrofinansial syariah hadir sebagai alternatif pembiayaan yang adil dan inklusif, namun model yang ada saat ini cenderung mereplikasi pendekatan konvensional dan belum sepenuhnya mengintegrasikan nilai-nilai maqāṣid al-sharīʿah. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi model mikrofinansial syariah yang berbasis pada maqāṣid al-sharīʿah sebagai fondasi etis dan normatif, guna membangun sistem keuangan Islam yang berkeadilan, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan sosial-ekonomi modern. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi kepustakaan, kajian ini menganalisis prinsip-prinsip maqāṣid, mengevaluasi kelemahan model mikrofinansial konvensional dan syariah saat ini, serta merumuskan desain alternatif yang holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi maqāṣid dalam mikrofinansial syariah dapat memperkuat peran lembaga keuangan Islam dalam pemberdayaan UMKM, pengentasan kemiskinan, serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Model alternatif yang diusulkan menitikberatkan pada keadilan, kesejahteraan spiritual dan material, perlindungan hak dasar manusia, serta sinergi kelembagaan berbasis nilai-nilai Islam.</p> MOHAMMAD MUZAKI MUZAKI, Aziz Abdillah, Bagus Alimuddin, Akrimbillah Copyright (c) 2025 AT TIRMIDZI https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/ekonomisyariah/article/view/316 Sun, 29 Jun 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS EKONOMI SYARIAH ATAS LEGALITAS HUTANG PIUTANG BERSYARAT DALAM TRANSAKSI MODERN https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/ekonomisyariah/article/view/321 <p>Praktik hutang piutang bersyarat merupakan fenomena umum dalam masyarakat, terutama di kalangan para nelayan yang memerlukan modal untuk kegiatan berlayar. Di Desa Gulbung, kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang madura, praktik ini berlangsung dengan syarat hasil tangkapan ikannya harus di jual kepada pengepul ikan tersebut atau yang memberi pinjaman selama hutang tersebut belum lunas. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kesesuaian praktik tersebut dengan prinsip hukum islam. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian studi empiris atau field reseacrh dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara observasi dan wawancara sebagai data primer dan data sekunder diperoleh dari literatur referensi lainnya berupa buku dan kitab yang berkaitan. Sedangkam untuk analisis datanya menggunakan metode Miles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik hutang piutang bersyarat di Desa Gulbung ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat, meskipun kedua belah pihak sepakat dan ridha terhadap syarat tersebut, praktik ini mengandung unsur riba, yaitu dengan adanya syarat tambahan dan pengembalian hutang tersebut tidak di ketahui kapan akan di lunasi, oleh karena itu praktik tersebut tidak sesuai dengan syarat sah nya akad qardh menurut hukum islam, karena terdapat unsur riba di dalamnya. Disarankan agar masyarakat lebih memahami prinsip-prinsip akad dalam islam agar menghindari praktik yang dapat menimbulkan ketidakadilan atau adanya kerugian bagi salah satu pihak.</p> <p>&nbsp;</p> ulpariyeh, Laila Qomariyah Copyright (c) 2025 AT TIRMIDZI https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/ekonomisyariah/article/view/321 Sun, 29 Jun 2025 00:00:00 +0000 Urgensi Institusionalisasi Sertifikasi Halal Dalam Tinjauan Maqosid As-Syari’ah https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/ekonomisyariah/article/view/275 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam urgensi institusionalisasi sertifikasi halal dalam tinjauan <em>Maqaṣid al-Syariah. </em>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kajian pustaka <em>(library research),</em> penelitian ini mengacu pada teori-teori yang berasal dari buku-buku literatur dan berbagai informasi yang relevan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan, penelitian ini diawali dengan memaparkan seluruh data yang berkaitan dengan urgensi institusionalisasi sertifikasi halal dalam tinjauan <em>maqosid as-syari’ah</em>, kemudian menyempitkan pemahaman-pemahaman tersebut hingga menghasilkan sebuah kesimpulan yang lebih terfokus dan mendalam. Hasil penelitian ini bahwa institusionalisasi sertifikasi halal memberikan perspektif penting tentang bagaimana kebijakan ini berperan dalam mencapai tujuan-tujuan syariat Islam (<em>Maqasid As-Syari’ah</em>) yang lima yaitu melindungi aspek agama <em>(ḥifẓ ad-din), </em>perlindungan jiwa <em>(ḥifẓ an-nafs), </em>perlindungan terhadap akal <em>(ḥifẓ al-‘aql), </em>Perlindungan terhadap keturunan <em>(ḥifẓ an-nasl)</em>. Perlindungan harta <em>(ḥifẓ al-māl).</em> Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan kontribusi teoritis dan praktis dalam upaya penguatan sistem sertifikasi halal di Indonesia, sekaligus mendukung visi besar Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.</p> rahmat, Munali Copyright (c) 2025 AT TIRMIDZI https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/ekonomisyariah/article/view/275 Sun, 29 Jun 2025 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN ISLAMIC SUPPLY CHAIN FINANCE MELALUI AKAD PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA PLATFORM FINTECH SYARIAH DI INDONESIA https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/ekonomisyariah/article/view/315 <p>Penelitian ini mengkaji pengembangan <em>Islamic supply chain finance</em> melalui akad pembiayaan <em>murabahah</em> pada platform <em>fintech</em> syariah di Indonesia. Konsep <em>supply chain finance</em> secara umum bertujuan untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok dengan menyediakan skema pembayaran yang fleksibel bagi pembeli dan pembiayaan optimal bagi pemasok. Seiring dengan berkembangnya kebutuhan akan sistem keuangan yang efisien dan sesuai prinsip keagamaan, muncul konsep <em>Islamic supply chain</em> yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam seluruh proses rantai pasokan. Dalam konteks ini, <em>fintech</em> syariah berperan strategis sebagai inovasi teknologi di bidang keuangan yang mentransformasi sistem keuangan tradisional menjadi modern, cepat, dan inklusif, serta beroperasi berdasarkan akad-akad syariah, menghindari unsur riba, <em>gharar</em>, dan <em>maysir</em>. Salah satu akad yang dominan dalam <em>fintech</em> syariah adalah <em>murabahah</em>, yaitu transaksi jual beli dengan menyebutkan harga pokok barang dan margin keuntungan yang disepakati. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur (<em>library research</em>) untuk mengkaji dominasi penggunaan akad <em>murabahah</em> dalam pembiayaan perbankan syariah di Indonesia, serta merumuskan rancangan integrasi antara prinsip <em>supply chain finance</em> dengan skema pembiayaan <em>murabahah</em> dalam model operasional berbasis <em>fintech</em> syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan <em>murabahah</em> sangat relevan sebagai solusi permodalan, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), karena tingkat keuntungan yang jelas dan risiko yang relatif rendah. Integrasi ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif untuk mengembangkan sistem pembiayaan yang efisien, berbasis teknologi, dan selaras dengan nilai-nilai syariah.</p> Febi safitri, Fathin Syifa, Putri Nisa Aliza, Husni Kamal Copyright (c) 2025 AT TIRMIDZI https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/ekonomisyariah/article/view/315 Thu, 03 Jul 2025 00:00:00 +0000 TRANSFORMASI PEMBAYARAN ZAKAT FITRAH MELALUI M-BANKING DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/ekonomisyariah/article/view/320 <p>Zakat merupakan kewajiban umat Islam di seluruh dunia untuk ditunaikan dan diberikan kepada delapan golongan yang sudah ditetapkan oleh Syariat Islam. Dalam prakteknya pembayaran zakat ummat islam terdapat beberapa macam dalam pembayaran zakat.Seperti juga dalam interaksi sosial tanpa media internet, interaksi media internet ini terdapat beberapa permasalahan baru yang timbul dimasyarakat mengenai zakat melalui aplikasi online dalam hukum islam terlebih zakat fitrah, mengingat zakat merupakan muamalat yang spesial, karena kesalahan dalam suatu alur dapat mengakibatkan keabsahan suatu ibadah seorang muslim. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normative dan library reasearch dengan melakukan pengkajian terhadap sumber hukum islam, buku-buku, dan kitab-kitab fikih yang berkaitan dengan judul ini. Dan bertujuan mengetahui pandangan para ulama fikih dan faktor kelebihan dan kekurangan menunaikan zakat melalui aplikasi online. Hasil penelitian menggambarkan bahwa dalam perspektif hukum islam mengenai pemasalahan zakat melalui aplikasi online diantaranya batasan waktu akhir muzaki melakukan pembayaran zakat fitrah, Ijab kabul pada zakat fitrah secara online, penyaluran dengan bentuk tunai, dan juga penyaluran zakat diluar wilayah muzaki, ulama mazhab berbeda pendapat. Dan masalah zakat fitrah secara online ini jika menunaikannya sesuai dengan aturan para ulama mazhab dapat dilakukan selama mengikuti aturan yang terdapat dalam para madzhab. Dan yang menjadi pertimbangan dalam hal kebolehan menuaikan zakat secara online adalah kemaslahatan atau kemanfaatan.</p> toyiburahman, Jannatul Firdaus Copyright (c) 2025 AT TIRMIDZI https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/ekonomisyariah/article/view/320 Sun, 29 Jun 2025 00:00:00 +0000