Multidisipliner Knowledge https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/mk en-US Multidisipliner Knowledge PERAN PERBANKAN SYARI’AH DALAM PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN DI INDONESIA https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/mk/article/view/225 <p>Keberadaan lembaga dan segala aturan yang di dalamnya terdapat masalah uang dalam menjalankan keuangan di negara ini, telah menjadi landasan dan tuntunan yang paling utama dalam mengakselerasi laju pembangunan suatu negara, khususnya dalam hal perekonomian. Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduknya memeluk agama Islam, tentunya menginginkan adanya suatu mekanisme sebagai pengatur keuangan. Sekaligus menghindari sistem bunga dalam perbankan. Islam mewujudkan dasar dari perdagangan syariah. Bank syariah muncul sebagai jawaban tentang kontra riba dan bunga dalam perbankan. Maka dari itu, umat Islam Indonesia yang menginginkan agar kegiatan keuangannya di bank terhindar dari riba, tidak perlu khawatir lagi dengan keberadaan bank syariah atau bank islam. Sektor perbankan penting sebagai penghubung antara modal dengan hasil riil yang ada di tangan pemilik modal. Pemanfaatan pertama perbankan dalam perekonomian yang besar tentu harus ditujukan kepada cara-cara apa saja agar uang tersebut dapat digunakan dengan baik sebagai pemeringkat perekonomian. Keberadaan bank syariah tidak lepas dari keterpurukan perekonomian yang pada awalnya terlihat dan disebut dengan krisis moneter. Bank syariah merupakan bank yang dalam menjalankan keuangannya, meninggalkan segala permasalahan riba. Dalam hal ini, bunga yang dianggap sebagai riba menjadi tantangan di zaman ini. Keuangan Islam hadir atas dasar dua alasan. Karena adanya larangan mengambil riba di dalamnya. Dan karena transaksi keuangan yang mengandung riba di dalamnya, dianggap memiliki beberapa kekurangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perbankan syariah dalam mendukung perkembangan perekonomian di Indonesia. Sebagai bagian dari sistem keuangan, perbankan syariah memiliki karakteristik unik berbasis prinsip syariah yang mengutamakan keadilan, transparansi, dan kerja sama dalam aktivitas ekonominya. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini mengulas kontribusi perbankan syariah dalam berbagai sektor, termasuk pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengentasan kemiskinan, serta peningkatan inklusi keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah mampu menjadi alternatif solusi bagi masyarakat yang membutuhkan layanan keuangan berbasis nilai-nilai Islam, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan produktif yang berkelanjutan. Namun, tantangan seperti literasi keuangan yang rendah dan persaingan dengan perbankan konvensional masih perlu diatasi untuk memaksimalkan peran sektor ini.</p> Leni wahyuni Kelompok 8 Copyright (c) 2026 Multidisipliner Knowledge 2026-01-31 2026-01-31 4 1 1 URGENSI DEWAN PENGAWAS SYARIAH DALAM MEWUJUDKAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DI BANK SYARIAH https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/mk/article/view/474 <p>Penelitian ini membahas Urgensi Dewan Pengawas Syariah dalam Mewujudkan Good<br>Corporate Governance di Bank Syariah. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan,<br>studi ini membahas tentang konsep tata kelola yang baik dalam perspektif syariah serta<br>menempatkan DPS sebagai unsur utama dalam menjaga kesesuaian operasional bank dengan<br>prinsip-prinsip islam. Fokus pembahasan meliputi tiga poin utama, yaitu prinsip dasar GCG<br>dalam perbankan syariah, posisi serta tugas DPS sebagai pengawas kepatuhan syariah, dan<br>urgensi DPS dalam memastikan terlaksananya tata kelola yang sesuai dengan nilai-nilai<br>syariah. GCG pada bank syariah menuntut penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas,<br>tanggung jawab, independensi, dan keadilan secara berkesinambungan guna menjaga<br>kredibilitas lembaga.<br>DPS berperan memberikan arahan, melakukan pengawasan, dan memastikan produk serta<br>aktivitas bank tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan syariah seperti riba, gharar,<br>maupun maysir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan GCG pada bank<br>syariah sangat dipengaruhi oleh peranan DPS yang efektif dalam menegakkan kepatuhan<br>syariah. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi, independensi, dan profesionalitas DPS<br>menjadi faktor penting dalam menguatkan tata kelola perbankan syariah.</p> Dwi Artika Sari St. Hadijah Wahid, S.H., M.H Resky Suci Ramadhani Musfita Arya Bustanul Arafah Nurfadillah Hariyadi Aulia Al Fajri Copyright (c) 2026 Multidisipliner Knowledge 2026-01-25 2026-01-25 4 1 1 10 Interaksi Sosiologi Dakwah Studi Kasus Komentar Video YouTube @Ustaz Felix Siauw https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/mk/article/view/327 <p><em>This research discusses the active involvement of netizens in digital da'wah through a case study of Ustaz Felix Siauw's lecture video on YouTube entitled ‘To Calm Your Soul’. Using a qualitative descriptive system and analysing 50 comments using the Miles &amp; Huberman model, it was found that netizen responses were not only emotional, but also reflective and spiritually supportive of da'wah. Digital da'wah opens up space for two-way dialogue, forms virtual communities, and strengthens inclusive religious da'wah. In conclusion, this study found that netizen participation plays an important role in developing contextual and applicable da'wah in the social media era.</em></p> <p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penelitian ini membahas tentang keterlibatan aktif netizen dalam dakwah digital melalui studi kasus video ceramah Ustaz Felix Siauw di YouTube yang berjudul "Agar Tenang Jiwamu". Dengan sistem deskriptif kualitatif dan analisis 50 komentar menggunakan model Miles &amp; Huberman, ditemukan bahwa respon netizen tidak hanya bersifat emosional, tetapi juga reflektif dan mendukung dakwah secara spiritual. Dakwah digital membuka ruang dialog dua arah, membentuk komunitas virtual, dan memperkuat dakwah keagamaan yang inklusif. Kesimpulannya, melalui penelitian ini ditemukan bahwa partisipasi netizen berperan penting dalam mengembangkan dakwah kontekstual dan aplikatif di era media sosial</em><strong><em>. </em></strong></p> <p><strong><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </em></strong></p> Shafira Chairani Siti Mahmudah Noorhayati Hari Rahman Hakim Copyright (c) 2025 Multidisipliner Knowledge 2025-08-11 2025-08-11 4 1 17 25 “KETIKA PELINDUNG MENJADI PELAKU: TINJAUAN YURIDIS ATAS PERLINDUNGAN ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL OLEH AYAH KANDUNG DI SINJAI BARAT” https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/mk/article/view/486 <p><em>Pelecehan seksual terhadap anak merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan telah menjadi perhatian hukum yang semakin meningkat, terutama ketika pelakunya adalah seseorang dari keluarga anak itu sendiri. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum dan tanggung jawab pidana seorang ayah biologis yang merupakan pelaku pelecehan seksual terhadap anaknya, menggunakan studi kasus dari Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai. Penelitian ini menggunakan metode hukum kualitatif dengan pendekatan kerangka hukum dan metode studi kasus. Data dianalisis dengan menafsirkan norma hukum dalam kaitannya dengan fakta hukum, menggunakan teori tentang perlindungan anak, viktimologi, dan prinsip-prinsip hukum pidana</em> <em>Temuan menunjukkan bahwa pelecehan seksual berulang yang dilakukan ayah terhadap anak di bawah umur merupakan bentuk kekerasan seksual yang berat dan melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 dan Undang-Undang Pidana Kekerasan Seksual Nomor 12 Tahun 2022. Status pelaku sebagai orang tua menjadi faktor pemberat karena adanya penyalahgunaan kekuasaan dan dominasi dalam keluarga. Perlindungan hukum bagi korban telah dilakukan melalui proses hukum dan dukungan awal, namun masih terdapat kelemahan dalam sistem pencegahan, deteksi dini, dan pemulihan psikologis korban. Studi ini menekankan bahwa melindungi anak bukan hanya tentang tindakan hukum, tetapi juga membutuhkan penguatan peran negara, keluarga, dan masyarakat dalam mencegah kekerasan seksual terhadap anak.</em></p> Sari Bulan Syukriah A. Zaimah Putri Firna Marsya Arul Firman Syah St. Hadijah Wahid Copyright (c) 2026 Multidisipliner Knowledge 2026-01-31 2026-01-31 4 1 11 16