EDUSHOPIA : Journal of Progressive Pedagogy
https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/pai
<p><strong>EDUSHOPIA: Journal of Progressive Pedagogy</strong> is published by the Department of Islamic Religious Education of Institut Sayid Muhammad Alawi Al Maliki Bondowoso. The journal publishes scholarly articles in the fields of Classical Islamic Education Traditions, Educational Studies, Organizational Behavior and Culture in Islamic Religious Education, and Other Social Sciences. The journal is issued biannually in Yuly and January. E-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20240930211587304" target="_blank" rel="noopener">3064-0121</a>.</p>Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI Sayid Mohammad Alawi Al Malikien-USEDUSHOPIA : Journal of Progressive Pedagogy3064-0121Pengembangan Kurikulum Inklusif di Al Siraat College Victoria
https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/pai/article/view/448
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengembangan kurikulum inklusif di Al Siraat College di Victoria, Australia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Alat pengumpul data mengunakan dokumen kurikulum yang di upload di website resmi Al Siraat College. Analisis data menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi kurikulum sekolah berpusat pada pembelajaran eksploratif untuk membangun identitas siswa sebagai Muslim Australia dalam konteks lokal dan global. Keunikan kurikulum terletak pada integrasi Studi Islam sebagai Area Pembelajaran Kesembilan ke dalam delapan Area Pembelajaran utama Australia. Prinsip inklusi diwujudkan dengan mengakui kemampuan setiap siswa, menyediakan strategi pembelajaran yang beragam, serta mendorong pemikiran kritis dan penghormatan antarbudaya. Aspek inklusi juga dikembangkan secara holistik melalui program ko-kurikuler seperti kegiatan luar ruang, kepemimpinan, keterlibatan masyarakat, dan program LEAP, yang mendukung perkembangan intelektual, sosial, emosional, dan spiritual siswa. Dengan demikian, Al Siraat College menawarkan model kurikulum inklusif yang praktis, merespons keragaman budaya dan agama, seraya tetap mempertahankan relevansi dan tantangan akademik sesuai standar nasional.</p>Aulia AshariDevi Nurul Affla
Copyright (c) 2026 EDUSHOPIA : Journal of Progressive Pedagogy
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-252026-07-253205706310.64431/edushopia.v3i2.448Optimalisasi Buku Penghubung Sebagai Alat Kontrol Kedisiplinan Siswa
https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/pai/article/view/467
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan buku penghubung sebagai alat kontrol kedisiplinan siswa di SD Islam Al-Muhajir. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi buku penghubung berperan penting dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melalui lima fungsi utama: perencanaan, motivasi, pengawasan, pengontrolan, dan penilaian. Buku penghubung tidak hanya menjadi media komunikasi, tetapi juga instrumen pembinaan karakter yang melibatkan kolaborasi guru dan orang tua. Meskipun terdapat kendala seperti kurangnya perhatian orang tua, pembinaan rutin melalui buku penghubung tetap efektif dalam membentuk perilaku disiplin siswa secara berkelanjutan.</p>Ni’mah Lailatul Mas’adahEva MaghfirohMohammad Khosim
Copyright (c) 2026 EDUSHOPIA : Journal of Progressive Pedagogy
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-252026-07-253206407310.64431/edushopia.v3i2.467Amanah dalam QS Al-Ahzab Ayat 72 Membentuk Fondasi Karakter Guru Madrasah Ibtidaiyah: Analisis Tafsir Tarbawi menurut Ibn Katsir
https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/pai/article/view/531
<p><em>Pembentukan karakter masih menjadi agenda mendesak bagi pendidikan Islam di Indonesia, terutama ketika berbagai persoalan moral semakin mewarnai kehidupan publik. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif berbasis kajian pustaka (library research) untuk menelaah ulang QS Al-Ahzab ayat 72 melalui pendekatan tafsir tarbawi, dengan menelusuri bagaimana Al-Thabari, Ibn Katsir, Sayyid Qutb, Hamka, dan M. Quraish Shihab memaknai tawaran amanah dari Allah yang ditolak oleh langit, bumi, dan gunung gunung, namun justru diterima oleh manusia dengan predikat zaluman jahula. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa amanah dalam ayat tersebut memuat tiga dimensi yang saling berkaitan, yaitu tanggung jawab kepada Allah, akuntabilitas kepada sesama, dan integritas terhadap diri sendiri. Ketiga dimensi ini selanjutnya dihubungkan dengan praktik pedagogis yang konkret, meliputi integrasi nilai dalam kurikulum, keteladanan guru, dan pembentukan budaya kelembagaan madrasah. Penelitian ini menegaskan bahwa mahasiswa calon guru Madrasah Ibtidaiyah memegang posisi strategis dalam menumbuhkan amanah pada peserta didik, mengingat pengaruh mereka yang besar pada masa pembentukan karakter usia dini, sehingga pendidikan amanah tidak dapat berdiri sebagai materi tambahan, melainkan harus menjiwai seluruh proses pembelajaran di madrasah.</em></p> <p> </p>Kharisma AdityanugrohoRamadhan Dwi PrasetyoMuhammad Indra Yumanto
Copyright (c) 2026 EDUSHOPIA : Journal of Progressive Pedagogy
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-262026-07-263207408610.64431/edushopia.v3i2.531Analisis QS Al-Nahl 78: Potensi Indrawi dan Hati dalam Pembelajaran Multisensori Madrasah Ibtidaiyah
https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/pai/article/view/532
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan QS Al-Nahl/16:78 serta mengkaji relevansinya dengan pembelajaran multisensori di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan melalui kajian terhadap beberapa kitab tafsir dan berbagai literatur pendidikan Islam. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa as-sam' (pendengaran), al-abshar (penglihatan), dan al-af'idah (hati) merupakan potensi yang dianugerahkan Allah kepada manusia sebagai sarana memperoleh ilmu pengetahuan. Ketiga potensi tersebut memiliki keterkaitan dengan modalitas auditori, visual, dan afektif dalam pembelajaran multisensori. Temuan ini menunjukkan bahwa QS Al-Nahl/16:78 tidak hanya menjelaskan potensi dasar manusia, tetapi juga memberikan landasan teologis bagi penerapan pembelajaran yang melibatkan berbagai indera dan penguatan nilai-nilai dalam proses belajar di Madrasah Ibtidaiyah.</span></span></p>Nabilatuz ZahrohLatompo DajohAmaliya Zakiyyah Safarani
Copyright (c) 2026 EDUSHOPIA : Journal of Progressive Pedagogy
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-292026-07-293208709610.64431/edushopia.v3i2.532 Analisis Makna Iqra’ dalam QS Al-‘Alaq 1–5 untuk Literasi Qur’ani Madrasah Ibtidaiyah
https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/pai/article/view/534
<p>Literas menjadi salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki peserta didik dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam pendidikan Islam, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menafsirkan, serta menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengkaji makna perintah Iqra’ dalam QS Al-‘Alaq ayat 1–5 dan relevansinya terhadap pengembangan literasi Al-Qur’an pada anak di Madrasah Ibtidaiyah. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan tafsir tarbawi melalui berbagai sumber yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa perintah Iqra’ memiliki makna yang luas, tidak sebatas aktivitas membaca teks, tetapi juga mencakup kegiatan memahami, menelaah, dan mencari pengetahuan. Selain itu, istilah Qalam dan ‘Allama dalam QS Al-‘Alaq menggambarkan pentingnya proses pembelajaran, pengembangan ilmu, dan pemanfaatan media tulis dalam pendidikan. Nilai-nilai yang terkandung dalam ayat tersebut dapat dijadikan landasan dalam membangun budaya literasi Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah melalui pembelajaran yang tidak hanya menekankan kemampuan membaca, tetapi juga pemahaman serta pengamalan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan peserta didik.</p>Izzah Nur Ainiyahnabila NabilaMochammad Indra Yumanto
Copyright (c) 2026 EDUSHOPIA : Journal of Progressive Pedagogy
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-292026-07-2932097103