Integrasi Ilmu Pengetahuan Dan Tradisi Dalam Perspektif Filsafat: Analisis Filsafat Tentang Kearifan Lokal Dan Modernitas
DOI:
https://doi.org/10.64431/edushopia.v3i1.485Keywords:
integrasi ilmu, kearifan lokal, modernitas, filsafat kebudayaan, filsafat ilmuAbstract
Perkembangan ilmu pengetahuan modern yang ditandai oleh rasionalitas, empirisme, dan sistematika telah membawa kemajuan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Namun, di sisi lain, modernitas juga menimbulkan tantangan serius terhadap keberlanjutan kearifan lokal dan tradisi budaya yang telah lama menjadi fondasi nilai, etika, dan harmoni sosial masyarakat. Dikotomi antara tradisi dan modernitas, serta antara pengetahuan lokal dan ilmu ilmiah, sering kali dipahami secara antagonistik sehingga memunculkan konflik epistemologis dan kultural. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis integrasi ilmu pengetahuan dan tradisi dengan menempatkan kearifan lokal sebagai sumber nilai yang relevan dalam pengembangan ilmu pengetahuan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan filsafat ilmu dan filsafat kebudayaan untuk mengkaji aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis dari ilmu dan tradisi. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi ilmu pengetahuan dan tradisi bersifat komplementer, di mana tradisi memperkaya dimensi etis dan makna ilmu, sementara ilmu pengetahuan memperkuat keberlanjutan dan relevansi kearifan lokal di tengah arus modernitas. Dengan demikian, pendekatan filsafat berperan sebagai jembatan konseptual dalam membangun sintesis antara ilmu pengetahuan modern dan nilai-nilai tradisional guna mewujudkan pengembangan ilmu yang beretika dan berkelanjutan.
References
Aji, S., Septiyaningsih, D. N., & Pusparani, S. (2025). Implementasi nilai-nilai kearifan lokal Desa Penglipuran dalam meningkatkan solidaritas sosial. Concept: Journal of Social Humanities and Education, 3(1), 45–56.
Ali, A. (2025). Filsafat ilmu: Ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah, 11(1), 55–71. https://doi.org/10.24252/aqidahta.v11i1.58495
Alsaleh, A. (2024). The impact of technological advancement on culture and society. Scientific Reports.
An Najah. (2026). Model-model dialektika ilmu dan agama menurut pandangan Ian G. Barbour. An Najah: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan, 5(1).
Apriliani, A. D., Chairudin, C., & Lestari, R. (2023). Kearifan lokal sebagai basis pendidikan karakter dan keberlanjutan lingkungan. Jurnal Pendidikan Transformatif, 5(2), 112–124.
Asikin, A. (2025). Social cohesion of local wisdom for plural communities. International Journal Ihya’ ‘Ulum al-Din, 27(1), 1–15.
Astawa, G. W., Setiawan, B., Judijanto, L., & Siswayanti, N. (2025). Integrating traditional knowledge and local wisdom into public policy for addressing social and ecological crises. Journal of Hunan University Natural Sciences. https://www.jonuns.com/index.php/journal/article/view/1790
Awalliyah, P. U., Mustafidah, I., & Mubin, N. (2025). Tradisi Ruwat Bumi di tengah perubahan sosial: Konflik budaya pengaruh nilai dan norma. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik. https://doi.org/10.61722/jmia.v1i6.3055
Gadamer, H.-G. (2018). Truth and method (Rev. ed.). Bloomsbury Academic.
Hadi, S. (2019). Etika ilmu pengetahuan dan tantangan modernitas. Jurnal Filsafat, 29(1), 45– 60.
Habibi, E., Harisudin, M. N., Chotib, M., Soebahar, A. H., & Holil, M. (2025). EXPLORING EDUCATION MODEL OF PESANTREN BASED LOCAL WISDOM: A CASE STUDY AT PESANTREN OF NURUL QARNAIN JEMBER. Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan Dan Pedagogi Islam, 9(2), 209–218.
HABIBI, E., Nawangsari, D., Zain, H., & Rafiqie, M. (2025). Pemikiran Pendidikan Imam Al Ghazali dalam Kitab Ihya’Ulumiddin. EDUSHOPIA: Journal of Progressive Pedagogy, 2(1).
Rafiqie, M., & Irfan, E. H. (2024). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Karakter Di Sekolah Multikultural. Jurnal Penelitian IPTEKS, 9(2), 285–291.
Herdiansyah, H. (2021). Pendidikan berbasis kearifan lokal dalam pembentukan karakter siswa. Jurnal Manajemen Pendidikan, 13(2), 87–98.
Idebahasa. (2025). Tantangan tradisi vs modernitas. Idebahasa: Jurnal Bahasa dan Budaya.
Integrating traditional knowledge into science-based sociotechnical measures in watershed management. (2025). Sustainability, 15(4), 3502. https://www.mdpi.com/2071- 1050/15/4/3502
Kasi, Y. F., Widodo, A., Samsudin, A., Riandi, R., Novia, N., & Sukmawati, W. (2025). Integrating local science and school science: The benefits for preserving local wisdom and promoting students’ learning. Paedagogia.
Kurniadi, K., Mu’aziz, F., & Muslicha, A. R. (2025). Integrasi tradisi dan modernitas dalam reformasi pendidikan pesantren: Studi kasus kawasan pesantren Sidosermo Surabaya. Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman.
Kuswandi, R., & Ofianto, O. (2023). Pengembangan ilmu pengetahuan dalam konsep rasionalisme dan empirisme: Perspektif historis dan epistemologis. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 2456–2465.
Maliki Interdisciplinary Journal. (2025). Fenomenologi, logika, dan strategi pengembangan ilmu sebagai pendekatan filosofis dalam ilmu pengetahuan. Maliki Interdisciplinary Journal, 3(9), 256–266.
Njatrijani, R. (2018). Kearifan lokal dalam perspektif budaya dan hukum. Gema Keadilan, 5(1), 16–31.
Pertiwi, B. A., Kusnadi, & Firdaus, A. (2025). Integrasi ilmu, budaya, dan modernitas dalam perspektif Al-Qur’an. JPNM: Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin.
Puspita, G. N., Nahadi, N., & Anwar, S. (2025). Ontological and axiological views on ethnoscience in RASI. Jurnal Cakrawala Ilmiah.
Putra, B. P., & Wahyuni, S. (2025). Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan literasi sains siswa: Kajian literatur. Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan.
Rahman, F., Sari, D. P., & Nugroho, A. (2020). Local wisdom-based development as a strategy for sustainable development. Journal of Sustainable Development, 13(4), 120–130.
Rifqi, A., Dewi, E., & Aziz, M. Z. (2024). Dissecting the foundations of philosophy of science: Ontology, epistemology, and axiology in a contemporary perspective. International Journal of Education, Social Studies, and Management, 4(3), 1259–1267. https://doi.org/10.52121/ijessm.v4i3.569
Rosida, R. F., Amaliah, L. N., & Mahardika, I. (2026). The process of forming knowledge: Ontology, epistemology, and axiology. International Journal for Educational and Vocational Studies. https://doi.org/10.29103/ijevs.v5i1.12980
Socio-cultural changes and modernization processes. (2023). International Journal of Business, Education, Humanities and Social Sciences, 5(2), 112–121.
Sosietas. (2025). Ketegangan antara modernitas dan tradisi. Sosietas: Jurnal Sosial dan Budaya.
Stanford Encyclopedia of Philosophy. (2024). Hermeneutics: Hans-Georg Gadamer’s philosophical hermeneutics and tradition. https://plato.stanford.edu/archives/win2024/entries/hermeneutics/
Subasaranya, R. (2024). The impact of technology on society: Positive and negative effects. International Conference on Media, Society and Politics, 1–10.
Sutrisno, M., & Putranto, H. (2019). Pelestarian budaya lokal dalam menghadapi globalisasi. Jurnal Sosial Humaniora, 12(1), 15–27.
Tanjung, A. (2024). Karakteristik dan implikasi sains Barat modern terhadap nilai dan lingkungan. Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy, 6(1), 45–60.
Weaving the links: Traditional knowledge into modern science. (2022). Futures, 145, 103081. https://doi.org/10.1016/j.futures.2022.103081
Yasir, M., Hartiningsih, T., & Rahma, A. A. (2022). Local wisdom-based science learning and students’ environmental ethics. Journal of Science Learning, 5(3), 210–219.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDUSHOPIA : Journal of Progressive Pedagogy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.



