Institusionalisasi Sulh dalam Mediasi Sengketa Ekonomi Syariah: Analisis Sosio-Legal terhadap Dinamika Makna Damai di Pengadilan Agama
Keywords:
Mediasi, Sengketa Ekonomi Syariah, Pluralisme Hukum, Medan Sosial Semi-Otonom, Sosiologi Hukum, Pengadilan AgamaAbstract
Tingkat keberhasilan mediasi dalam penyelesaian sengketa ekonomi syariah di lingkungan Peradilan Agama menunjukkan dinamika yang signifikan. Berdasarkan Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2023, tingkat keberhasilan mediasi nasional tercatat sebesar 39,85%, dengan variasi ekstrem di tingkat local, misalnya 1,4% di Pengadilan Agama Semarang dan 77,27% di Pengadilan Agama Manna. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor sosio-legal yang memengaruhi variasi tersebut dengan menggunakan pendekatan sosio-legal serta kerangka legal pluralism dan semi-autonomous social field (SASF) dari Sally Falk Moore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas mediasi bergantung pada kemampuan ruang mediasi mempertahankan otonomi sosialnya dari tekanan institusional, serta pada kapasitas mediator dalam memobilisasi kapital simbolik dan kapital kultural untuk mengelola ketegangan antar-tatanan normative, yakni hukum negara, nilai sosio-religius Islam (sulh), dan logika komersial lembaga keuangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa institusionalisasi sulh dalam sistem hukum formal merupakan proses sosio-legal yang kontestatif, di mana keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh konfigurasi sosial dan strategi aktor. Temuan ini memberikan kontribusi pada penguatan model mediasi berbasis pluralisme hukum yang lebih adaptif terhadap nilai-nilai keagamaan dan konteks sosial masyarakat Muslim Indonesia.
References
Al-Ramahi, A. (2008). Sulh: A Crucial Part of Islamic Arbitration. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.1153659
Anshori, A. G. (2018). Perbankan Syariah di Indonesia. UGM PRESS.
Antonio, M. S. (2001). Bank Syariah: Dari teori ke praktik. Gema Insani.
Banakar, R., & Travers, M. (2005). Theory and method in socio-legal research. Bloomsbury Publishing.
Bourdieu, P. (1990). The logic of practice. Stanford university press.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative research in psychology, 3(2), 77–101.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.
Friedman, L. M., & Hayden, G. M. (2017). American law: An introduction. Oxford University Press.
Griffiths, J. (1981). Journal of Legal Pluralism. International Journal of Law Libraries, 9(6), 278–278. https://doi.org/10.1017/S0340045X00003269
Hallaq, W. B. (2009). An introduction to Islamic law. Cambridge University Press.
Hanafi, A. (t.t.). Diajukan Kepada Fakultas Syariah dan Hukum Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Hukum (S.H.).
Hinshaw, A., Schneider, A. K., & Cole, S. R. (2021). Discussions in Dispute Resolution: The Foundational Articles. Oxford University Press.
Holden, L., & Nurlaelawati, E. (t.t.). Nilai-Nilai Budaya dan Keadilan bagi Perempuan di Pengadilan Agama Indonesia: Praktik Terbaik.
Kadi, S. (2025). The Nexus of Accounting and Dispute Resolution in Islamic Banking and Finance Law. European Journal of Islamic Finance, 12(3), 88–112.
Laporan Tahunan 2023, Mahkamah Agung RI. (t.t.).
Maskanah, U., Burhanuddin, S. F., Zaenudin, K. I. S., & Suhartini, S. P. (2024). SHARIA BANKING DISPUTE RESOLUTION MODEL THAT IS EFFECTIVE, EFFICIENT AND FAIR. Awang Long Law Review, 7(1), 147–155. https://doi.org/10.56301/awl.v7i1.1390
Moore, S. F. (1973). Law and social change: The semi-autonomous social field as an appropriate subject of study. Law & Society Review, 7(4), 719–746.
Muhammadun, M. (2014). Pluralisme Hukum Dalam Bingkai Masyarakat Madani: Masa Nabi dan Masa Kini. Jurnal Indo-Islamika, 4(2), 190–201.
Perma Nomor 1 Tahun 2016. (t.t.).
Rosidah, Z. N., & Karjoko, L. (2021). Orientasi Filosofis Hakim Pengadilan Agama Dalam Menyelesaikan Sengketa Ekonomi Syariah. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 28(1), 163–182.
Saifuddin, M., & Nizar, M. C. (2021). PROSEDUR PELAKSANAAN DAN TINGKAT KEBERHASILAN MEDIASI DI PENGADILAN AGAMA SEMARANG. Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 8(1), 71–85. https://doi.org/10.21580/wa.v8i1.6572
Sarat, A., & Kearns, T. R. (1995). Law in everyday life. University of Michigan Press.
Siong, W. H. (2019). Lawyers as Meddlers in the Mediation Process—A Malaysian Perspective. GATR Global Journal of Business Social Sciences Review, 7(1), 84–90. https://doi.org/10.35609/gjbssr.2019.7.1(10)
Zahrah, M. A. (1958). Ushul Fiqh, Dar al-Fikr al-Arabi. Daer-al-Fikr al-Arabi.