PEMAHAMAN KONSEP UCAPAN TALAK DALAM KITAB AN- NIKAH SYAIKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI DAN IMPLIKASINYA DI ERA MODERN
Keywords:
Era ModernHapus Era ModernKitab An-NikahHapus Kitab An-NikahTalakAbstract
Marriage is an important aspect of social and cultural life, especially in Islam, where divorce serves as a mechanism to end an inharmonious relationship. This study analyzes the concept of divorce in the book An-Nikah by Shaykh Muhammad Arsyad Al-Banjari, a prominent scholar in the archipelago, which explains the terms, conditions, and implications of divorce. Through a normative approach and legal analysis, this study explores the relevance of understanding divorce and the problems of divorce in the modern era, considering the challenges faced by married couples. Using a literature study method, the author examines the text of the book and Islamic legal sources to provide insight into the importance of understanding divorce in accordance with religious principles and human values. The results of the study show that although divorce is the husband's right, there are procedures and limitations that must be adhered to in accordance with the Marriage Law in Indonesia. This emphasizes the need for justice and legal certainty in society, as well as the importance of understanding divorce in a broader social context.
Pernikahan merupakan aspek penting dalam kehidupan sosial dan budaya, terutama dalam Islam, di mana talak berfungsi sebagai mekanisme untuk mengakhiri hubungan yang tidak harmonis. Penelitian ini menganalisis konsep talak dalam kitab An-Nikah karya Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari, seorang ulama terkemuka di Nusantara, yang menjelaskan syarat, ketentuan, dan implikasi talak. Melalui pendekatan normatif dan analisis hukum, penelitian ini mengeksplorasi relevansi pemahaman talak dan permasalahan talak di era modern, mengingat tantangan yang dihadapi pasangan suami istri. Dengan menggunakan metode studi pustaka, penulis meneliti teks kitab dan sumber hukum Islam untuk memberikan wawasan mengenai pentingnya pemahaman talak yang sesuai dengan prinsip agama dan nilai kemanusiaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun talak merupakan hak suami, terdapat prosedur dan batasan yang harus dipatuhi sesuai dengan Undang-Undang Perkawinan di Indonesia. Hal ini menegaskan perlunya keadilan dan kepastian hukum dalam masyarakat, serta pentingnya memahami talak dalam konteks sosial yang lebih luas.
References
Abduh, Muhamad Rahmani dan H M Hanafiah. “Penyelesaian Sengketa dalam Kasus Sanda pada Masyarakat Banjar”. Al-Banjari: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman. Vol. 20. No. 1. (2021). https://doi.org/10.18592/al-banjari.v20i1.5204.
Abdullah, Muhammad Shaghir. Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Matahari Islam. (Pontianak: Yayasan Pendidikan & Dakwah Al Fathanah, 1983).
Al-Banjari, Muhammad Arsyad. Kitab An-Nikah. (Martapura : Yayasan Pendidikan Islam Dalam Pagar, 2005).
Asmaret, Desi. “Perceraian Melalui Media Sosial (MEDSOS)”. Menara Ilmu. Vol. XII. No.6. (Juli 2018).
Basri, Rusyada. Fikih Munakahat 2. (Parepare : IAIN Parepare Nusantara Press, 2020).
Ipansyah, Nor. “Determination Of Sekufu In The Kitabun Nikah Al-Banjari”. Syariah: Jurnal Hukum Dan Pemikiran. Vol. 21. No. 1. (2021). http://dx.doi.org/10.18592/sjhp.v21i1.6835.
Mahlidin. Kitab An Nikah Karya Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, UU Perkawinan No 1 Tahun 1974 Dan KHI (Studi Perbandingan). (Tesis, UIN Antasari Banjarmasin, 2016). http://idr.uin-antasari.ac.id/6713/.
Norcahyono. “Konstruksi Akad Nikah (Ijab Dan Kabul) Dalam Kitab al-Nikah Karya Muhammad Arsyad al-Banjari”. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam. Vol 14. No. 2, (2021).
Sarmiji, dkk. “Pemahaman dan Legalitas Ucapan Talak Oleh Masyarakat Banjar dan Menurut Kitabun Nikah Syaikh Arsyad Al Banjari”. Journal of Law and Nation (JOLN), Vol. 2 No. 1, (Februari 2023).
Zuhaili, Wahbah. Fiqh Islam Wa Adillatuhu Jilid 9. ( Jakarta : Gema Insani, 2011).
