KONSEP IDDAH BERMASUK-MASUKKAN DALAM KITAB AN-NIKAH SYEKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI

Authors

  • Laila Hayati Hayati Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Keywords:

iddah, kitan an-nikah, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari

Abstract

Abstract

Marriage is a sacred agreement between a man and a woman to form a harmonious and happy family. However, the marriage bond can experience a breakdown, which can lead to divorce or the death of one of the partners, requiring the wife to undergo a period of iddah. This iddah period has two main forms, namely for women whose husbands have died and women who have been divorced by divorce. In this case, Sheikh Muhammad Arsyad al-Banjari in the book An-Nikah put forward the concept of iddah in-between, namely the phenomenon of overlap between the iddah talak period and iddah watho' (sexual relations), which is the focus of this research. This research uses a literature study method by analyzing the book An-Nikah to explore Sheikh Arsyad's understanding of the law of iddah, including the iddah of inclusion which is a matter of debate in Islamic jurisprudence. The research results show that this concept refers to the situation where a wife undergoes two periods of iddah, namely iddah talak and iddah watho', which must be calculated with certain provisions. This research also discusses Sheikh Arsyad's views on husband and wife reconciliation during the iddah period, with an emphasis on the conditions for valid reconciliation which must be based on certain words. This analysis aims to provide a deeper understanding of the role and application of the law of iddah entry in Banjar society according to the views of Sheikh Muhammad Arsyad al-Banjari.

Abstrak

Pernikahan adalah perjanjian suci antara seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk membentuk keluarga yang harmonis dan bahagia. Namun, ikatan pernikahan bisa mengalami keretakan, yang dapat mengarah pada perceraian atau kematian salah satu pasangan, mengharuskan istri menjalani masa iddah. Masa iddah ini memiliki dua bentuk utama, yaitu untuk perempuan yang ditinggal mati suami dan perempuan yang dicerai talak. Dalam hal ini, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dalam kitab An-Nikah mengemukakan konsep iddah bermasuk-masukkan, yaitu fenomena tumpang tindih antara masa iddah talak dan iddah watho’ (hubungan seksual), yang menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis kitab An-Nikah untuk menggali pemahaman Syekh Arsyad mengenai hukum iddah, termasuk iddah bermasuk-masukkan yang menjadi perdebatan dalam hukum fikih Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ini merujuk pada situasi di mana seorang istri menjalani dua masa iddah, yaitu iddah talak dan iddah watho’, yang harus dihitung dengan ketentuan tertentu. Penelitian ini juga membahas pandangan Syekh Arsyad tentang rujuk suami-istri selama masa iddah, dengan penekanan pada syarat sahnya rujuk yang harus didasari oleh ucapan tertentu. Analisis ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran dan penerapan hukum iddah bermasuk-masukkan dalam masyarakat Banjar sesuai dengan pandangan Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari.

References

Abidin, Slamet dan Aminuddin. Kado Pernikahan Untuk Istriku. Yogyakarta: Mitra Pustaka. 1998.

Saebani, Beni Ahmad. Fiqh Munakahat 2. Bandung: CV Pustaka Setia. 2010.

Ja’far, A Kumedi. Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Bandar Lampung: Arjasa Pratama. 2021.

Bagus Pambudi, Juairiah dkk, ”Konsep Iddah Bermasuk Masukan Menurut Kitabun Nikah dan Mugni Al-Muhtaaj”, Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Ekonomic and Legal Theory: UIN Antasari Banjarmasin, Vol. 2, No 2, (2024).

Muhammad Ibnu Najib, “Studi Pemikiran Syekh Arsyad Al-Banjari Tentang Ittihâd Al- Majlis Dalam Kitâb Al-Nikâh Serta Pengaruhnya Terhadap Nikah Online Perspektif Maslahah Dan Ham” (Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah, 2022).

Dahlan, Abdul Aziz. Ensiklopedi Hukum Islam. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve. 1996.

Al-Haitami, Ibnu Hajar. Tuhfatul Muhtaj Bi Syarhil Minhaj.

Downloads

Published

2026-02-27

How to Cite

Hayati, L. H. (2026). KONSEP IDDAH BERMASUK-MASUKKAN DALAM KITAB AN-NIKAH SYEKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI. Baiti Jannati, 3(1), 76. Retrieved from https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/hki/article/view/196

Issue

Section

Articles