MAHAR DALAM PERSPEKTIF BUDAYA: SIMBOLISME DAN MAKNA DALAM TRADISI PERKAWINAN

Authors

  • Muhammad Juhariyanto Institut Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki
  • abdul hanip Institut Sayyid Muhammad Aalwi Al Maliki
  • mohammad samsul arifin ISMAA

Keywords:

Mahar, simbolisme, budaya, perkawinan, etnografi, Islam

Abstract

Mahar merupakan elemen esensial dalam tradisi perkawinan di Indonesia, yang tidak hanya berfungsi sebagai syarat formal perkawinan dalam Islam, tetapi juga sebagai simbol budaya yang kaya makna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis simbolisme dan makna mahar dalam tradisi perkawinan masyarakat Jawa, Minangkabau, dan Batak, dengan memadukan perspektif budaya dan agama. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis etnografi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen di tiga lokasi penelitian: Yogyakarta (Jawa), Padang (Minangkabau), dan Medan (Batak) selama periode Januari–Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahar memiliki fungsi multifaset, mencakup nilai spiritual, sosial, dan budaya. Dalam tradisi Jawa, mahar melambangkan penghormatan dan kesakralan perkawinan; di Minangkabau, mahar mencerminkan keseimbangan dalam sistem matrilineal; sedangkan di Batak, mahar (sinamot) menegaskan status sosial dan solidaritas antar-keluarga. Penelitian ini juga mengaitkan praktik mahar dengan ajaran Islam, merujuk pada Al-Qur’an dan hadis, yang menegaskan mahar sebagai wujud tanggung jawab dan penghormatan. Studi ini menegaskan bahwa mahar bukan hanya transaksi material, tetapi juga simbol budaya yang memperkuat identitas dan kohesi sosial dalam masyarakat.

References

Al-Qur’an Al-Karim, terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia.

Bukhari, Muhammad bin Ismail. Sahih Bukhari, Kitab An-Nikah, 5090.

Abu Dawud, Sulaiman bin Al-Asy’ath. Sunan Abu Dawud, Kitab An-Nikah, 2116.

Ibnu Katsir. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Jilid 2. Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, 1998.

Geertz, Hildred. The Javanese Family: A Study of Kinship and Socialization. New York: Free Press, 1961.

Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.

Koentjaraningrat. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka, 1984.

Bruner, Edward M. “Batak Ethnic Associations in Three Indonesian Cities.” American Ethnologist, 1974.

Sanday, Peggy Reeves. Women at the Center: Life in a Modern Matriarchy. Cornell University Press, 2002.

Kipp, Rita Smith. The Batak of Indonesia: A Study in Social Change. Ann Arbor: University of Michigan Press, 1993.

Spradley, James P. The Ethnographic Interview. New York: Holt, Rinehart and Winston, 1979.

Downloads

Published

2026-02-27

How to Cite

Juhariyanto, M., Hanip, A. ., & samsul arifin , M. (2026). MAHAR DALAM PERSPEKTIF BUDAYA: SIMBOLISME DAN MAKNA DALAM TRADISI PERKAWINAN. Baiti Jannati, 3(1), 92. Retrieved from https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.php/hki/article/view/504

Issue

Section

Articles